Renungan Harian
Logo Doa Harian

Search Our Site

Selamat pagi teman-2ku terkasih.
Hari ini Selasa tgl.20 Pebr.2018.
Bacaan-2 hari ini :
Yes.55:10-11. ; Maz.34:4-7.14-19.
Mat.6:7-15.

Dalam Injil hari ini Mat.6:7-15, Yesus mengajar kita, bila berdoa jangan bertele-tele seperti kebiasaan orang yang yang tidak mengenal Allah. Memang orang masih merasa bahwa Allah yang ia kenal itu tidak kelihatan. Sangat sulit sekali mengenali Allah. Kemarin firman Tuhan mengajar, bila kita mau menjadi domba Yesus, domba mendengarkan suara gembalanya, dan domba mengenali gembalanya dan domba akan menuruti perintah-2 gembalanya. Tanyalah pada diri kita sendiri : apakah kita mau mendengarkan Firman-Nya ? Apakah kita mengenali Yesus Gembala kita ? Apakah kita menurut perintah-2/Sabda-Nya ?

Orang yang doanya masih suka bertele-tele...yah...ia belum mengenal Yesus Sang Sabda. Rahasia berdoa yang ringkas yang sungguh mengikuti Firman Allah, itulah dia yang akan Tuhan kabulkan. Kita murid Yesus sudah diberi doa yang menuruti Firman Tuhan, yaitu : DOA BAPA KAMI.
Hayati doa ini, kalimat demi kalimat. Pahami arti kalimat-kalimat ini. Percayalah pada isi kalimat ini. Berkomitmenlah pada kalimat-kalimat singkat ini. Janji-janji Tuhan jangan diragukan, imanilah dengan kokoh. DOA Bapa Kami ini, sungguh ajaib dan ber daya-guna dahsyat

Kalimat-kalimat dalam Doa Bapa kami ini adalah Firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan. Maka nabi Yesaya menulisnya seperti :
"Demikianlah Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."(Yes.55:11).

Contoh yang saya alami sendiri dalam hidup saya. Saya pernah merasa disakiti-hati oleh teman dekat saya. Sangat sulit sekali saya mengampuni dia. Bila saya punya nyali, saya ingin sekali mencelakakannya untuk membalas sakit hati saya. Tetapi saya kan mau menjadi murid Yesus, saya kan juga sudah setiap kali mendengarkan Firman Tuhan, paling tidak saya juga sudah mengenali Yesus yang saya hayati. Yesus yang dipaku di kayu salib. Saya pahami Dia mati berkorban untuk mengampuni dosa-dosa saya. Dia sangat mencintai saya.
Sakit hati saya sudah menjadi dendam yang berkepanjangan. Saat masa Prapaskah seperti ini, lewat Kotbah Romo di Gereja, saya di anjurkan mengaku dosa. Di kamar pengakuan itulah saya ceritakan sakit hatinya yang "dalam tidak ketulungan". Eh...Romo memberi nasehat untuk mengampuni, dan saya diberi penetensi doa tobat dan 20 kali doa Bapa Kami. Didalam doa itu saya khusuk sekali, karena Romo menasehati saya akan merayakan Paskah Kebangkitan Tuhan. Saya juga ingin bangkit sembuh dari sakit hati saya. Yesus sudah mengampuni saya lebih dahulu, maka saya juga mau mengampuni teman saya. Entah berapa bulan saya lupa. Suatu ketika, ketika saya bertemu dengan teman saya itu, meskipun peristiwa itu saya masih ingat, tetapi saya sudah tidak sakit hati lagi. Saya sudah bertegur sapa lagi dengan dia. Saya sudah mengampuni dia. Tuhan sudah mengampuni saya dan dia. Terpujilah Nama Tuhan yang murah hati kepada kita semua murid-2Nya...

AIR BAPTISAN MEMBERI HIDUP BARU
HIDUPLAH DALAM
ROH KUDUS
AMPUNILAH DOSA KAMI
SEPERTI KAMI PUN
MENGAMPUNI
KESALAHAN
SESAMA KAMI.

DOA. :
Ya Tuhan Yesus ku, Engkaulah Sang Firman Allah. Ajarilah kami berdoa, agar dalam berdoa, kami selalu mengacu pada Firman Mu. Supaya kami pun sungguh menjadi pelaku Firman Mu. Kami mau menjadi murid-2 Mu yang sejati, karena kami adalah domba-domba Mu, Engkaulah Gembala kami.....Amin....πŸ™πŸΎπŸ˜πŸ˜‡πŸ˜ƒ