Artikel
Logo Doa Harian

Search Our Site

Doa adalah percakapan antara manusia dan Tuhan. Lewat doa kita memohonkan permintaan dengan harapan Tuhan menjawabnya. Namun tidak selalu kita menerima apa yang kita harapkan kendati sering kita mendoakannya. Apakah yang sebenarnya terjadi?

 

{jcomments on}
ŸPertama, kita mesti menyadari bahwa kita dan kehidupan kita hanyalah sebagian kecil dari rencana Allah yang besar, yang kadang bukan saja meliputi suatu daerah atau suatu kelompok manusia tertentu melainkan lintas beberapa wilayh dan bahkan kumpulan sejumlah bangsa. Sebagai contoh, Yusuf "sipersiapkan" Tuhan untuk pergi ke Mesir terlebih dahulu sehingga di kemudian hari ia dapat menyambut dan memelihara keluarganya pada masa kelaparan. Kadang Tuhan tidak menjawab doa ita karena sesuatu harus terjadi terlebih dahulu di tempat dan kumpulan manusia yang berbeda.

ŸKedua, kita tidak akan dapat memahani rencana Tuhan sepernuhnha sebab rencanaNya terlalu luas dan kerap melintasi batas waktu hidup kita. Sebagai contoh, Naomi mengalami kemalang demi kemalangan dalam hidupnya diawali dengan perpindahannya ke Moab akibat bala kelaparan di Negerinya, berakhir dengan kemarian suami dan kedua putranya. Ia kembnali ke negerinya dengan kepahitan namun ia pulang membawa serta menantinya, Rut yang pada akhirnya menikah dengan Boaz yang beranakkan Obed, dan Obed beranakkan Isai dan Isai beranakkan Daud. Dari garis keturunan daud lahirlah Tuhan kita Yesus Kristus, Juruselamat dunia. Rut seorang Moab masuk dalam nenek moyang Tuhan untuk menunjukkan bahwa keselamatan Tuhan adalah untuk semua bangsa di bumi. Jadi, adakalnya Tuhan tidak menjawab doa sebab telah tersedia solusi yang lebih baik pada titik waktu yang jauh terpaut dar masa kehidupan kita.

ŸKetiga, kadang Tuhan tidak menjawab doa sebab motivasi kita tidak benar. Ingat, Tuhan tidak hanya mendengar ucapan bibir, Ia megetahuo getaran hati terdalam. Apa itu yang sesungguhnya terkadung di hati semua orang terbuka di hadapanNya. Misalnya, kita memohon perluasan pelayanan untuk memnuhi ambisa pribadi semata. Bukankah kadan kita mencampur adukkan kesenanan pribadi dengan kepentingan Tuhan? Jadi, kadang Tuhan tidak menjawab doa untuk memurnikan diri kita.

ŸKeempat, Tuhan tdiak menjawab dia sebab proses penantian menjadi sesuatu yang jauh lebih bernilai daripada jawaban itu sendiri. Misalnya, kita ingin disembuhkan dari sakit namun justru dalam sakitlah kita malah mengenal Tuhan dengan lebih akrab dan makin beriman. Dengan kata lain, adakalanya Tuhan tdiak menjawab doa untuk menumbuhkan diri rohani kita.

ŸKelima, Tuhan tidak menjawab doadengan cara yang kita bayangkan sebab Ia menghendaki kita untuk menerima jawabanNya dengan cara yang berbeda - cara Tuhan! Para murid kebingungan tatkala Tuhan Yesus menjawab permasalahan mereka untuk memberi makan ribuan orang. Tuhan pun menjawab permasalahan ini dengan cara yang tampak "alamiah namun aneh" yakni mengambil lima roti dan dua ikan dari seorang anak. Mukjizat pun terjadi. Orang yahudi menantikan seorang oenyelamat yang dapat membebaskan mereka dari belenggu dosa.

Kesimpulan

Apa pun jawaban Tuhan kita mesti menyakini dua hal: (a) Ruhan mengasihi kita dan (b) Tuhan mendengar doa kita. Dengarlah Firman Tuhan, "Siapa yang daoat mengatur Roh Tuhan atau memberi petunjuk kepadanya sebagai penasehat?

Kepada siapa Tuhan meminta nasehat untuk mendapat pengertian dan siap ayang mengajar Tuha untuk menhalankan keadilan atau siapa yang mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

Sesungguhnya bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya pulai-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.( Yesaya 40:13-15)

Sumber : Pdt. Dr. Paul Gunadi - Telaga - T243A