Artikel
Logo Doa Harian

Search Our Site

Ada orang yang berkata bahwa Tuhan selalu menjawab doa dan jawaban-Nya ialah, ya, tidak, dan tunggu. Pertanyaannya adalah, mengapa Tuhan tidak menjawab doa secepat dan setepat yang kita mohonkan.

{jcomments on}

 

  1. Pada umumnya Tuhan memberikan kepada kita sesuai dengan permintaan kita. Sebagai Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya, ia ingin menyenangkan hati kita. "Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya jika ia meminta roti atau memberi ular jika ia meminta ikan? Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga. Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:9-11) Tuhan menyembuhkan orang yang sakit dan Tuhan melepaskan Israel dari musuhnya.
  2. Adakalanya kita tidak menerima yang kita mohonkan karena ada rencana Allah yang lain yang sedang bekerja di sini. "Adapun Allah jalan-Nya sempurna." (Mazmur 18:31) Kesempurnaan jalan Allah tidak sama dengan kesempurnaan dalam pemikiran kita. Kesempurnaan Allah mengikutsertakan hal-hal yang tidak sempurna, seperti penderitaan dan kegagalan. Kesempurnaan jalan Allah mempunyai satu tujuan jelas yakni rencana-Nya terjadi dan kita tidak selalu bisa mengetahui rencana-Nya. Stefanus dan Yakobus mati dibunuh; Injil makin disebarluaskan.
  3. Kadang Allah tidak memberikan sesuai permintaan kita karena kita tidak tahu bahaya yang terkandung dalam permintaan itu. "…kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3) Misalkan, banyak orang jatuh ke dalam dosa setelah menjadi kaya.
  4. Allah tidak pernah terlambat namun tidak pernah terlalu dini. Kepada Musa Tuhan berkata, "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar seruan mereka …" (Keluaran 3:7) Tuhan mempersiapkan Musa selama 40 tahun dan membuat Israel menunggu 40 tahun sebelum masuk ke Kanaan.


Pertanyaan selanjutnya ialah, jika waktu adalah waktu Tuhan, kehendak adalah kehendak Tuhan, mengapa meminta kepada-Nya? Karena meminta melatih penguatan:

1. Otot iman dan
2. Keintiman. Iman dan keintiman adalah dua hal yang menguatkan relasi dengan Tuhan.

 

Sumber : Pdt. Dr. Paul Gunadi - Telaga - T124B