Renungan Harian
Logo Doa Harian

Search Our Site

Selamat pagi teman-2ku terkasih.
Hari ini Selasa tgl.23 Jan.2018.
Bacaan-2 hari ini :
2 Sam.6:12b-15.17-19.
Maz,24:7.8,9.10.
Mrk.3:31-35.

Lewat bacaan-2 hari ini kita diajak memahami bagaimana memuji dan memuliakan Tuhan.
"Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatnya kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan !"
"Siapakah Raja Kemuliaan ?"
"Tuhan Semesta Alam, Dialah Raja Kemuliaan !"

Dari nyanyian Mazmur inilah kita diberi pemahaman, sudah berabad-abad pintu gerbang tidak pernah diangkat untuk masuknya Raja Kemuliaan ke dalam kota kemuliaan. Pintu mulut kita dan pintu hati kita, juga mata kita belum terbuka untuk bisa memuji dan memuliakan sesama kita. Kita manusia lebih mudah curiga, tidak mudah percaya, gampang membenci, lebih mudah menghujat, lebih mudah menyombongkan diri akan kepintaran dan kelebihannya, lebih sulit memuji dan memuliakan orang lain, nyanyian Mazmur hari ini sangat mengena dan menegur kita semua. Apalagi seiring dengan injil Mrk.3:31-35, Yesus menunjukkan sepertinya bertanya :" Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku ?"
Yesus menunjuk kepada setiap orang yang berada di sekitar kita (inilah orang-orang dekat yang setiap hari kita kasihi, kita lihat dengan mata, pikiran, perasaan dan hati, juga perbuataan sehari-hari) dengan berkata : " Ini ibu-Ku, dan saudara-saudara-Ku, orang-orang yang mau melakukan kehendak Allah.!"
Orang yang mau melakukan kehendak Allah itu siapa ? Itulah orang yang mau selalu saling mengasihi, saling mau membantu dan menolong, dan memperhatikan dalam kepedulian. Orang-orang inilah yang bisa membuka mulut dan pikiran dan hati untuk memuji dan memuliakan satu dengan yang lain.
Dengan suka memuji dan memuliakan/menghargai orang lain/sesama yang kelihatan, sesungguhnya orang itu sudah memuji dan memuliakan Tuhan Raja Kemuliaan yang tidak kelihatan. Inilah praktek nyata sehari-hari dalam kehidupan nyata, saling mengasihi.

Meskipun Daud adalah Raja yang sangat berkuasa, dia tidak malu atau menjaga gengsi atau prestise, dia menari dan bersorak sorai dan mengangkat Tabut Tuhan sekuat tenaga, meloncat-loncat penuh sukacita memuji dan memuliakan Tuhan. Sehingga ketika Tabur Tuhan sudah masuk ke kota Daud, Michal, anak perempuan Saul menjenguk dari jendela, ia memandang rendah Daud dalam hatinya (2 Sam.6:16). Kisah ini untuk membandingkan siapa sebenarnya orang-orang yang Tuhan berkenan kepada-Nya.

Hari ini Firman Tuhan mengajak kita merenungkan ke dalam pikiran dan hati kita sebagai murid Yesus. Beranilah membuka pikiran dan hati selebar-lebarnya, untuk dengan tulus hati memuji, menghargai dan memuliakan orang lain yang sudah melakukan kehendak Tuhan dalam kasih dan sukacita. Tuhan Yesus pasti akan menunjuk kita dengan gembira : inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku yang laki-laki, inilah saudara-Ku yang perempuan. Inilah keluarga-Ku.

BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH
KEPADA INJIL
PUJILAH DAN HARGAILAH
SESAMA KITA
SALING MENGASIHI
DALAM
MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.

DOA. :
Ya Tuhan Yesus ku, Engkaulah Sang Sabda. Berilah kami Rahmat Mu, agar kami bisa Kau dorong untuk membuka mulut kami untuk mengucapkan kata-kata pujian dan penghargaan kepada orang lain di sekitar kita dalam melakukan kehendak-Mu saling mengasihi dan saling menolong. Pujian dan Kemuliaan inilah sebenarnya bagi MuΒ  Ya Allah Tuhan Semesta Alam yang kami hunjukkan dengan hati yang tulus bersih demi Kemuliaan Nama-Mu.....Amin.....πŸ™πŸΎπŸ˜πŸ˜‡πŸ˜ƒ