Renungan Harian
Logo Doa Harian

Search Our Site

Sabtu, 18 Nopember 2017
Bacaan-2 hari ini :
Keb.18:14-16.19:6-9. ; Luk. 18:1-8.

Untuk menutup tema seminggu ini tentang : BELAJAR HIDUP BIJAKSANA, Yesus ingin menegaskan, bahwa murid-2Nya hendaknya harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya.

Sejak awal Yesus sudah mengajar murid-2Nya untuk berdoa, DOA BAPA KAMI. Dia sendiri secara pribadi memberi teladan berdoa setiap hari sendirian ke atas bukit. Terutama untuk hal-hal penting seperti memilih para muridNya, dan ketika menghadapi sakratmaut sebelum sengsaranya dihukum mati.

DOA adalah sarana komunikasi antara manusia dengan Allah Sang Pencipta Semesta Alam...yaitu BAPA SANG PEMELIHARA KEHIDUPAN. Ini komunikasi iman, pengharapan dan kasih. Maka Yakobus menulis :"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak.5:16). Tetapi kita juga harus memahami, bahwa kita tidak bisa memaksakan keinginan kita, jawaban dan pengabulan doa ini adalah hak Allah sendiri. Pengabulan doa ini bukan karena jasa dan usaha jerih payah kita, melainkan kehendak Nya sendiri, karena belas kasih Allah sendiri.

Dari cerita Injil Luk.18:1-8 ini kita mengerti, bahwa hakim yang lalim, yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapapun, ketika setiap hari selalu didatangi oleh janda untuk minta dibela haknya terhadap lawannya, akhirnya hakim itu luluh hatinya dan membenarkan janda itu. Apalagi Allah yang hatiNya penuh belas kasihan ? "Adakah Ia akan mengulur-ngulur waktu sebelum menolong nya ? Ia akan segera menolongnya !" Tetapi injil ini ditutup dengan peneguran keras Yesus "Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini ?"

Orang Israel dan kita orang beriman, apakah kita masih seperti janda tadi, yang menggebu-gebu minta dikabulkan, agar Tuhan dijadikan seperti hakim tadi, supaya risih cepat mengabulkan permintaannya ? Bila doa kita cuma tekun tak jemu-jemunya untuk supaya cepat mendapatkan pengabulan, Yesus akan mempertanyakan iman kita.

Sudah bijaksanakah hidup kita dalam ber-relasi dengan Tuhan ? Apakah kita berdoa cuma ketika kita butuh pertolonganNya saja? Atau kita sungguh tiap hari berdoa untuk menjalin relasi kita dengan Tuhan supaya lebih erat, mesra dan ingin bersatu dengan Dia sepanjang hidup kita ?

Gereja Katolik selalu mengajar umatnya untuk berdoa, supaya belajar punya hati yang tulus, rendah hati, berdoa dengan hati yang tenang, diam , hening, meditasi, adorasi, doa rosario, doa brevier, supaya Sang Kebijaksanaan, Sang Maha Kasih, sendiri datang menemui kita. DIALAH sendiri memeluk kita dalam CintaNya yang begitu besar, menyatukan diri Nya dengan diri kita. Dialah yang mengubah hidup kita menjadi baru. Kita dijadikan manusia baru, manusia Ilahi. Kita dijadikan seperti Yesus. Dia mengangkat kita jadi anak Allah.

Belajar hidup Bijaksana
Berdoa setiap hari
Tak jemu-jemunya.
Iman menjadi kuat kokoh
tak tergoyahkan.

DOA:
Ya Tuhan Yesus ku, ajar kami untuk tekun berdoa setiap hari memegang tangan Mu dengan Kasih mesra Mu, supaya kami Kau aliri CintaMu untuk bersatu dengan Engkau sepanjang hidup kami. Berani menghadapi segala tantangan hidup di dunia ini, menyangkal diri dan memanggul salib, mengikuti Engkau. Terima kasih ya Tuhanku...Amin...πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ