Renungan Harian
Logo Doa Harian

Search Our Site

Minggu, 5 Nop 2017
Pesta Elisabeth dan Zakaria, orangtua Yohanes Pemandi.
Bacaan-2 hari ini :
Mal.1:14-2:2b.8-10. ; Maz.131:1-3. ; 1 Tes.2:7b-9.13. ; Mat.23:1-12.

Setiap hari Minggu kita memulai dengan tema baru : BERHATI-HATILAH PARA PEMIMPIN AGAMA. DAN. PELAYAN-PELAYAN TUHAN.

Spesial Minggu ini Gereja mengajak dan menuntun kita untuk berhati-hati sebagai pemimpin umat dan pelayan Tuhan agar selalu mau introspeksi dalam perilaku hidup keseharian kita ini.

Lewat bacaan dari kitab Maleakhi, Firman Tuhan menegaskan, bila kita tidak mengajarkan yang benar, dan pengajaran kita malah membuat banyak orang tergelincir, Tuhan mengubah berkat menjadi kutuk bagimu.

Paulus, rasul agung Yesus yang mengajar banyak bangsa bukan Yahudi, tidak mencari kehormatan diri sendiri, berjerih payah berjuang untuk Kemuliaan Tuhan dan keselamatan jemaat Tesalonika, sebagai seorang bapa yang sayang akan anak-anaknya.

Hari ini Yesus yang orang Yahudi dengan keras berkata kepada banyak orang dan para muridNya, bahwa bila orang Farisi dan Ahli Taurat yang sebagai pemimpin agama dan imam, berperilaku tidak jujur, tidak tulus, tinggi hati, bahkan sok sebagai penguasa yang malah membebani umat dan mendatangkan kesusahan bagi umat, apalagi juga mengingkari dan merusak perjanjian Tuhan bagi umat pilihan Nya, maka Yesus sungguh marah besar kepada orang Farisi dan Ahli Taurat. Kita bisa baca sepanjang bab Matius 23 ini, setiap ganti alinea ditulis CELAKALAH ...CELAKALAH...Ini mau menunjukkan kepada kita para pemimpin umat dan pelayan Tuhan HARUS hati-hati, untuk jangan sampai kita terjerumus menjadi seperti orang Farisi dan Ahli Taurat. Kita gampang terlena bila sudah mendapat jabatan sebagai pemuka jemaat :

  1. Merasa terhormat.
  2. Merasa berkuasa.
  3. Merasa paling bisa, paling pintar.

Akhirnya tidak mau melepaskan jabatannya, tidak memberi ruang kaderisasi.
Tiga minggu lagi, gereja mau menutup tahun liturgi dengan pesta Kristus Raja Alam Semesta, maka kita juga siap-siap menata diri, introspeksi ciri, agar sebagai pemimpin umat, dan pelayan Tuhan, berani mengevaluasi pelayanan kita, berani mencari langkah-2 baru untuk lebih bermutu dan menjalani kebutuhan umat di era global yang sangat canggih ini.

Sungguh layak dan sepantasnya, bila kita berdevosi kepada Bunda Maria yang sungguh rendah hati, polos, tulus, tidak mencari kehormatan, dan menempatkan diri sebagai hamba Tuhan, malah datang mengunjungi Zakharia dan Elizabeth yang lagi hamil tua di masa tuanya. Keteladanan Bunda Maria ini harus kita cermati untuk pelayanan kita sebagai pemimpin umat dan pelayan Tuhan di gereja.

DOA:
Ya Tuhan Yesus ku, jauhkanlah diri kami dari sifat dan perilaku kami seperti orang Farisi dan Ahli Taurat. Penuhi kami dengan Roh Kudus Mu, agar seperti Bunda Maria yang juga penuh dengan Roh Kudus, kami bisa melayani Engkau dengan tulus, jujur, rendah hati, tetap bergembira dan mengucap syukur dalam segala sesuatu, semua itu demi Kemuliaan Nama Mu dan Keselamatan umat Mu. Terima kasih ya Yesusku...Amin...πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ