Renungan
Logo Doa Harian

Search Our Site

MENU

Yesaya 38:1-8

“Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi ....”
(Yes. 38:5)

Banyak orang menghadapi hari-hari terakhir hidupnya dalam ketakutan. Terlebih lagi mereka yang menderita sakit yang serius dan mungkin tak dapat disembuhkan. Wajar bila orang yang mengalami hal seperti ini mengalami kesepian, merasa tak berdaya, dan meratap. Bukan hanya orang biasa yang mengalaminya sebab ternyata Raja Hizkia pun mengalami ketakutan menghadapi kematian. Padahal ia menjalani hidupnya sesuai dengan kehendak Allah.

 

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. (Keluaran 14:15-16)

Kasihan betul, si Musa. Pemimpin yg penuh iman ini diperintah Tuhan untuk memimpin sejuta lebih umat Tuhan yang tak beriman, tak tahu terima kasih, dan hobby-nya mengeluh ('tegar tengkuk', kata Alkitab). Ketika sekali lagi mereka berkeluh kesah kepada Tuhan saat terjepit di antara laut Teberau di depan dan 600 pasukan berkuda Mesir pembawa maut di belakang dan pegunungan di sebelah kiri dan kanan, Musa justru tampil beda sebagai pemimpin. Tidak seperti orang Israel yg mengutuki Tuhan, Ia berkata kepada mereka, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN." Lalu ia kemungkinan besar memanjatkan doa pribadinya kepada Tuhan. Namun justru ia kena hardik Tuhan!

Tuhan, bantu aku membentuk anakku menjadi orang yang berhati bersih,
yang bertujuan hidup tinggi;
seorang anak yang akan mengatur dirinya sendiri sebelum ia mengatur orang lain.
Anak yang berusaha meraih masa depan,
tetapi tidak pernah melupakan masa lalu.
Amin

Douglas Mac Arthur

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus (Efesus 6:18)

Diana adalah wanita karier. Setiap hari hidupnya lekat dengan setir kemudi. Ia biasa menyetir sendiri mobil sedannya ke mana-mana. Suatu hari ban mobilnya bocor di jalan tol. Segera ia menelepon teman untuk minta bantuan. “Di mobilmu pasti ada ban serep,” seru temannya, “Tahukah kamu cara memasangnya?” Diana menjawab: “Jangankan memasangnya, di mana letak ban serep itu saja aku tidak tahu!” Ban serep memang jarang diperhatikan. Ia baru diingat dan dicari saat kondisi sedang darurat.

When we pray,
GOD hears more than we say,
HE answers more than we ask,
HE gives more than we imagine,

but....
In His own time,
In His own way!

So keep faith!!