Artikel
Logo Doa Harian

Search Our Site

Ketika Bruder Bruno pada suatu malam sedang berdoa ia diganggu oleh koak seekor katak raksasa. Semua usahanya untuk mengabaikan suara itu tidak berhasil, maka ia berteriak dari jendela: "Diam! Aku sedang berdoa."

Bruder Bruno itu seorang Santo, maka perintahnya segera dipatuhi. Setiap mahkluk hidup manahan suaranya untuk menciptakan suasana diam yang menguntungkan bagi doa.

Tetapi kini suara lain mengganggu ibadat sang Bruder, suara dari dalam yang berkata: "Mungkin Tuhan sama senangnya dengan koakan katak tadi daripada nyanyian mazmur-mazmur."

“Berikan pada kami, Oh Tuhan, untuk diisi oleh misteri bijaksana sorgawi-Mu melalui proses kebangunan yang benar dalam kesalehan, bagi kemuliaan-Mu dan bagi kebangunan rohani kami sendiri. Amin.”

Itulah perkataan yang diucapkan oleh John Calvin pada waktu mengawali kuliah eksegesis (penafsiran) Perjanjian Lama yang ditujukan kepada para mahasiswa, para pendeta, dan orang-orang lain yang berminat mempelajarinya.

Yang pasti ini bukan bahasa Jawa. Kalau nanya, mas atao mbak, ngerti ora et labora? Dijawab, ora ngerti. (tidak mengerti) Lha wong ora et labora itu diambil dari bahasa Latin, yang biasanya kita kenal sebagai berdoa dan bekerja.

Ini menandakan bahwa usaha tanpa doa akan sia-sia? Gimana dengan orang yang bekerja tanpa berdoa, toh mereka juga bisa berhasil? Berbicara dalam konteks keKristenan tentu bekerja disini lebih tepat disebut sebagai pelayanan. Meski kita bekerja dalam bidang sekuler, artinya kita tetap melayani – secara hurufiah maupun non hurufiah.

Yeremia 29:1-14 Ayat Mas :Yeremia 29:7

Di jejaring sosial Twitter, seseorang pernah menulis demikian: “Walau sering didiskriminasi, tetapi gereja mana pun selalu mendoakan Indonesia sebagai bagian dari doa syafaatnya.” Kalimat ini kemudian disebarluaskan. Dari situ, banyak kesan yang muncul berisi pernyataan kekaguman.